Siang itu sepulang kuliah bersama seorang kawan, saya duduk di sebuah warung menikmati nasi pecel dan tempe mendoan. Nikmatnya lumayan terasa, hingga beberapa saat kemudian seorang bapak berumur sekitar 45 tahun dengan pakaian dekil mendatangi kami dengan mengucap beberapa kata. Dilihat dari penampilannya, sepertinya bapak ini adalah seorang pengemis. Dan ya, benar saja bapak itu menengadahkan tangan pada kami tanda meminta sesuatu. Saya menghentikan suapan nasi pecel kedalam mulut saya dan kemudian mencoba meraih tumpukan tempe mendoan yang ada di meja warung. Saya tawarkan sebiji tempe mendoan untuk bapak tersebut dengan maksud memberi sebagai pengganti uang. Namun bapak tersebut menolak dan berucap pada saya, "Kasih saja saya uang, den". Dengan sedikit bingung, saya kembalikan lagi mendoan ke piring asalnya, dan kami biarkan bapak tersebut berlalu setelah beberapa saat tidak ada respon lebih lanjut dari kami.



